Pembangunan Harus Perhatikan Kelestarian Lingkungan Hidup

Penulis: Yerri Noer Kartiko (Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup)

Daerah yang dalam hal pembangunannya tidak memperhatikan, mempertimbangkan dan mengutamakan keserasian, keselarasan, keseimbangan, keharmonisan dengan urusan lingkungan hidup adalah daerah yang sedang menarik mundur laju kemajuan peradaban dan pembangunan daerahnya sekaligus perlahan tapi pasti menggali liang kuburnya sendiri bagi daerah dan masyarakatnya sendiri.

Beberapa daerah maju di beberapa negara maju dalam pergaulan dunia, merupakan daerah yang pernah memiliki masalah besar dengan lingkungan hidup. Titik balik kesadaran dan penyadaran diawali dengan musibah dan bencana lingkungan (ecological disaster). Titik balik inilah yang kemudian menjadi pemicu dan pemacu seluruh lapisan masyarakat di daerah tersebut untuk menyesuaikan pembangunan daerahnya dengan urusan lingkungan hidup.

Menjadi tugas dan pekerjaan penting bagi daerah-daerah lain untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam upaya mereproduksi, mereplikasi, mengadopsi, mengadaptasi bahkan mempercepat upaya-upaya tersebut dalam pembangunan daerahnya.

Bencana apa lagi atau seberapa banyak lagi kerugian yang kita semua tunggu, hingga kesadaran kita sembuh dan pulih untuk mengutamakan lingkungan hidup dalam pembangunan. Bukan demi piala atau penghargaan, bukan demi dikenal atau terkenal tapi demi manusia yang menjadi masyarakatnya, bukan hanya untuk saat ini namun juga masa akan datang.

Mulai dari kekeringan dan kemarau berkepanjangan, banjir dan tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, badai dan tornado atau bencana-bencana alam lainnya yang kedatangannya dipercepat oleh perilaku buruk terhadap lingkungan dalam pembangunan.

Berapa banyak penerbangan dan penyeberangan tertunda bahkan dibatalkan, berapa banyak nelayan tak dapat mencari ikan di laut, berapa banyak pencari ikan di sungai dan danau yang kehilangan ikan yang mati sebab bahan kimia.

Daerah yang masih “keras kepala” dalam ketidakramahan dengan lingkungan tapi berjargon pembangunan yang berkelanjutan atau ramah lingkungan seolah jauh api dari panggang, seolah mimpi di siang bolong.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *